Jauh dari pikiranku dan imajinasiku yang setiap detik dan boleh kapan aja muncul. Yah itu sesosok pikiran dan firasat yang sangat mustahil untuk di rasakan dan di pikirkan dalam batin dan jiwa kecil ku ini.
Di dunia kadang merasa seperti indah, yah layaknya hidup di atas awan yang menjulang tinggi penuh dengan udara yang bersih. Eits tunggu dulu nggak semuanya udara juga bersih, bisa juga udara kotor yang bikin sesak kita dan kadang kehilangan jiwa kita.
Yah mungkin udara kotor itu seimbang dengan yang aku maksud yaitu Hari yang buruk, Kehidupan yang buruk dan di dunia lagi. Dengan cara sabar aja begitu kalo musti nanggepin dan nyelesaiinnya ? MANA BISA, kodrat kali ya kalo setiap manusia pasti diberi masalah juga, kehilangan juga, kesakitan juga yang menimpa.
Baik teman, pacar, keluarga pun pasti ada aja yang bagiku menyakiti aku. Hmm mungkin sih klo itu hanya perasaanku saja. Ya perasaan kehilangan seperti ini tepatnya aku rasakan pada 2 hari yang lalu, sungguh menyakitkan sampai berderai air mata ini untuk menangisi kehidupanku sampai aku benar patah dengan kehidupanku sendiri, sampai aku benar-benar muak dengan mata yang dapat melihat kehidupanku dan hati yang sakit merasakan perih di dalam hidupku.
Awalnya sih bermula dari aku bertengkar lagi sama pacar. Tiap hari kaya begitu, yang membuat aku benar pusing untuk memikirkannya, yang membuat aku menangis untuk melupakannya. Yah sejahatnya doi ke aku tapi nggak bisa aku ninggalin doi. Mau doi nampar, nendang aku pun nggak akan aku tinggalin. Padahal waktu doi ninggal aku main, ninggal aku dengan acaranya yang kurang begitu penting. Aku jabanin buat nunggu doi berjam-jam, sampai-sampai aku SMS doi klo aku lagi butuh doi buat nemenin dan dengerin curhatanku. Memang doi dengerin tapi sayang setelah itu doi tetep aja ninggal aku main. Yauda oke aku mau terima sampai saatnya aku bilang ke doi kalo aku takut, aku nggak berani lagi kirim pesan ke doi, dan aku coba diem untuk ngerenungin kesalahanku klo sekiranya aku salah. Akhirnya pun doi sms bilang yang rindu inilah, itulah. Ya aku bales SMS dari doi, karena bener deh jujur aku. Sepenuhnya aku nggak mau doi pergi karena doi berbeda dari yang lain.
Tapi ketika aku nangis lusa kemarin karena si doi, aku jadi ke inget dengan papa kandungku. Aku buka album putih yang sudah usang dan mulai pudar warnanya, disitulah di album itu tampak pesta pernikahan antara Papa dan Mama ku pada tanggal 29 Oktober. Aku pandangi dengan seksama wajah papaku, dengan ciri mata yang lebar dan membelalak, hidung yang mancung, bibir yang tebal, badan yang kekar dan tinggi dengan kumis yang tebal. Terlihat tampan sekali. Sampai aku berdoa dan tetap memandangi foto tersebut, aku berdoa kepada Tuhan agar Dia segera mempertemukan aku dengannya, sejahat apa pun papa ku terhadap mama ku aku tetap sayang kepada ayah. Karena ayah yang membuatku ada di dunia ini. Ingin rasanya saat itu ayah datang, memelukku dan mendengar semua keluh kesahku yang aku rasakan selama 13 tahun lamanya aku tak pernah bertemu sosok wajahnya secara langsung. Ingin aku dia tau bahwa aku sangat merindukannya, sangat menantikannya. Usia ku semakin bertambah ayah, semakin lama aku semakin ingin tahu dan mencari keberadaanmu. Sampai-sampai aku minta pada ibu ku agar pergi mencari ayah, aku nggak menyuruh mereka untuk rujuk tapi aku hanya ingin bertemu ayahku. Aku berhak bertemu ayah yang selama ini sangat aku rindukan, aku tak bisa tenang memikirkannya, itu yang membuatku merasa kehilangan karena tanpanya selama ini.
Tapi ketika aku menangis tiada teman yang menemaniku. Mereka selalu sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Kadang mereka juga tidak diperbolehkan keluar rumah oleh orangtua mereka. Adakah teman yang selalu ada ? Yang bebas seperti aku tanpa larangan orangtua yang berlebihan ? Apa mereka tak merasa terbebani berada di rumah terus ? Yah mungkin di balik itu semua aku juga berpikir jika ada ayah mungkin aku bisa merasakan peraturan-peraturan yang keras dari ayah, makian dari seorang ayah dan juga kasih sayang dari seorang ayah. Mengertilah teman aku sangat butuh kalian, karena bagiku teman adalah kebutuhan jiwa. Jika tak ada kalian semua mungkin aku bisa kehilangan akal.
Saat kalian tak ada juga memang aku punya seorang lelaki ato pun seorang kekasih yang menemani aku dalam sepi aku tapi taukah kalian rasa kehilanganku selama ini tak ada dari keduanya baik teman ataupun kekasih
Mereka menghilang dari ku, aku benar-benar frustasi merasakan itu. Apa aku tak pantas lagi berada di kehidupan kalian ? Apa seharusnya aku harus pergi jauh dari kota kecil ini yang terlalu menyiksa batinku ? Lambat laun aku lelah dengan hidupku, seakan nafasku telah terhenti. Kalian tau juga ? mama yang biasanya aku andalkan kini jadi sama seperti kalian, yang selalu sibuk dengan urusan kerjanya. Dan juga mama jauh dari kota ku.
Yah mungkin aku harus bersabar lagi selama bertahun-tahun ini. Aku yakin Allah memberiku kesedihan karena Dia sayang kepadaku dan tahu bahwa kebahagiaan dunia lah yang kan dicari oleh-Nya tapi kebahagiaan akhirat lah yang dicari
thanks --