Beberapa hari yang lalu Alen telah menyatakan cinta kepada Andin namun Andin menolak dia. Dan ketika hari ini Andin dan teman-temannya ramai di tempat kantin tongkrongan mereka, Alen masih tetap saja menghampiri Andin. Tetapi lagi-lagi Alen mendapat cibiran dari Andin dan teman-temannya.
"Eh si cupu, mau apa lagi lu kesini ? Ganggu suasana aja" kata Andin sambil membentak dan Alen pun terkejut melihat Andin seperti itu ke dia. Dengan berbicara tanpa canggung lagi Alen menjawab
"Aku emang cupu din, tapi asal kamu tau aku sayang kamu, aku cinta kamu"
Lessi teman Andin sendiri memotong pembicaraan Alen "Pergi Pergi Pergi !! Ngaca dong, muka mines, hidung ingusan gitu sok-sok nembak cewek lu. Dasar cupu !"
"Mungkin kalian semua bisa berkata begitu, tapi aku bisa buktikan semua. Aku akan kembali" jawab Alen
"Ya ya ya terserah. BYE" jawab Dhea teman Andin juga
Ke esokan harinya....
Saat Andin dan temannya selesai pelajaran, tiba-tiba dari arah belakang Alen menghampiri mereka semua. Mereka semua tak mempedulikan dia secara bagi mereka dia orang cupu. Alen pun berkata
"Maaf din aku ganggu waktumu lagi. Boleh aku ngomong ?"
"Mau ngomong apalagi ? Udah gue bilang kan, jangan ngarep deh lu bisa dapetin Andin. Nggak level" jawab Dhea sedangkan Andin hari tu hanya terdiam saja tak berkata apa-apa.
"Din, lihat aku aku ini sayang sama kamu. Aku tak ada hentinya buat ngejar kamu" jawab Alen tanpa mempedulikan Dhea.
"Kalau lu suka Sama Andin beneran, kasih dia bunga kesukaannya" Lessi menjawab
"Emang apa bunga kesukaannya Andin ?" tanya Alen
"Edelweiss" jawab Lessi
Saat itu di dalam hati Alen sangat senang mendengarnya karena dia mendapatkan kesempatan untuk memiliki Andin dan dengan semangat dia menjawab kembali "Bener din, kamu suka edelweiss ?"
Andin hanya senyum-senyum saja ketika Alen bertanya seperti itu.
Pada malam hari, Alen menceritakan semuanya kepada Bagas dan Alen juga minta tolong kepada Bagas karena Bagas lah yang berpengalaman sejak SMA mengikuti kegiatan pala yang ada di sekolahnya.
Awalnya Bagas menolak namun karena kasihan melihat Alen sangat membutuhkan bantuannya apalagi Alen adalah sahabatnya, akhirnya Bagas mau menolong Alen untuk mengambilkan bunga edelweiss yang berada di puncak gunung. Dan mereka pun memutuskan untuk berangkat pada ke esokan harinya.
Ke esokan harinya...
Semua warga kampus telah mendengar itu semua dan hal itu menjadi bahan pembicaraan para mahasiswa di kampus ternama tersebut. Hingga akhirnya terdengar oleh teman-teman Andin.
"Eh guys, udah denger berita belum kalo si cupu sama sahabatnya siapa sih ? Ehm si Bagas anak pala kalo nggak salah, pergi cari bunga edelweiss ke puncak. Gila !!" kata Lessi dengan hebohnya
Tiba-tiba Andin menyahut "Masa sih ? Gila, gak bakalan bisa deh tu anak. Secara dia kan nggak nggak pernah daki gunung"
"Halah palingan juga gak berhasil, udahlah gak usah ngomongin itu anak. Yang ada kita jadi ketularan cupu ntar" Lessi
"Hahaaahaa bener juga lu" sahut Dhea
5 hari kemudian..
"Ah udah 5 hari, mereka kok nggak ada kabar ya ?" kata Andin seperti cemas
"Siapa sih ?" sahut Dhea
"Si Alen. Kalian sih aneh-aneh aja, kasian juga kan kalo kaya gini" sewot Andin
"Tuh panjang umur tuh, sobat Alen dateng. Tapi mana si Cupu kok cuman edelweissnya aja ?" Lessi yang sedang melihat kedatangan Bagas yang menghampiri mereka
"Nggak punya nyali kali buat ngasihin sendiri makannya dia nyuruh sobatnya" sahut Dhea
Tanpa menghiraukan teman-teman Andin, Bagas langsung menghampiri Andin dan berkata
"Ini Din, bunga edelweiss dari Alen. Seharusnya lu sadar diri ya. Ada orang yang sayang sama lu, mau rela ngelakuin apa aja buat lu bahagia. Dia cinta din sama lu,. Seharusnya lu minta maaf ke Alen atas semua yang lu dan temen lu lakuin ke dia selama ini. Jangan mentang lu cantik, lu seenaknya sendiri. Lihat Lessi dan Dhea selama ini mereka cuman morotin uang lu dan dibalik lu mereka jelek-jelekin lu" kata Bagas
Lessi dan Dhea yang mendengar perkataan Bagas langsung malu dan segera meninggalkan tempat itu.
"Aku minta maaf gas. Aku nggak tau kalau Alen bakal ngelakuin ini semua" sahut Andin
"Terlambat din, terlambat lu" jawab Bagas dengan berat hati
"Kenapa ? Ada apa dengan Alen, Alen, Alen kenapa gas ? Jawab gas" tanya Andin sampai menangis
"Alen kecelakaan din, Alen pergi untuk selamanya waktu dia seneng ngambilin bunga edelweiss ini untuk orang yang dia cintai yaitu kamu. Hanya bunga edelweiss ini yang tersisa untuk lu" jawab Bagas
Pada saat itu Andin sadar tak ada orang yang menyayanginya lagi, mencintainya lagi. Dia sadar bahwa cinta abadi hanya kan datang 1 kali dalam hidup, tak akan ada kesempatan yang lain lagi untuk menemukan cinta pertama dan untuk yang abadi selamanya. Dan tidak semudah itu melakukan pengorbanan hanya demi orang yang dia cintai.
---THE END---