Jauh dari pikiranku dan imajinasiku yang setiap detik dan boleh kapan aja muncul. Yah itu sesosok pikiran dan firasat yang sangat mustahil untuk di rasakan dan di pikirkan dalam batin dan jiwa kecil ku ini.
Di dunia kadang merasa seperti indah, yah layaknya hidup di atas awan yang menjulang tinggi penuh dengan udara yang bersih. Eits tunggu dulu nggak semuanya udara juga bersih, bisa juga udara kotor yang bikin sesak kita dan kadang kehilangan jiwa kita.
Yah mungkin udara kotor itu seimbang dengan yang aku maksud yaitu Hari yang buruk, Kehidupan yang buruk dan di dunia lagi. Dengan cara sabar aja begitu kalo musti nanggepin dan nyelesaiinnya ? MANA BISA, kodrat kali ya kalo setiap manusia pasti diberi masalah juga, kehilangan juga, kesakitan juga yang menimpa.
Baik teman, pacar, keluarga pun pasti ada aja yang bagiku menyakiti aku. Hmm mungkin sih klo itu hanya perasaanku saja. Ya perasaan kehilangan seperti ini tepatnya aku rasakan pada 2 hari yang lalu, sungguh menyakitkan sampai berderai air mata ini untuk menangisi kehidupanku sampai aku benar patah dengan kehidupanku sendiri, sampai aku benar-benar muak dengan mata yang dapat melihat kehidupanku dan hati yang sakit merasakan perih di dalam hidupku.
Awalnya sih bermula dari aku bertengkar lagi sama pacar. Tiap hari kaya begitu, yang membuat aku benar pusing untuk memikirkannya, yang membuat aku menangis untuk melupakannya. Yah sejahatnya doi ke aku tapi nggak bisa aku ninggalin doi. Mau doi nampar, nendang aku pun nggak akan aku tinggalin. Padahal waktu doi ninggal aku main, ninggal aku dengan acaranya yang kurang begitu penting. Aku jabanin buat nunggu doi berjam-jam, sampai-sampai aku SMS doi klo aku lagi butuh doi buat nemenin dan dengerin curhatanku. Memang doi dengerin tapi sayang setelah itu doi tetep aja ninggal aku main. Yauda oke aku mau terima sampai saatnya aku bilang ke doi kalo aku takut, aku nggak berani lagi kirim pesan ke doi, dan aku coba diem untuk ngerenungin kesalahanku klo sekiranya aku salah. Akhirnya pun doi sms bilang yang rindu inilah, itulah. Ya aku bales SMS dari doi, karena bener deh jujur aku. Sepenuhnya aku nggak mau doi pergi karena doi berbeda dari yang lain.
Tapi ketika aku nangis lusa kemarin karena si doi, aku jadi ke inget dengan papa kandungku. Aku buka album putih yang sudah usang dan mulai pudar warnanya, disitulah di album itu tampak pesta pernikahan antara Papa dan Mama ku pada tanggal 29 Oktober. Aku pandangi dengan seksama wajah papaku, dengan ciri mata yang lebar dan membelalak, hidung yang mancung, bibir yang tebal, badan yang kekar dan tinggi dengan kumis yang tebal. Terlihat tampan sekali. Sampai aku berdoa dan tetap memandangi foto tersebut, aku berdoa kepada Tuhan agar Dia segera mempertemukan aku dengannya, sejahat apa pun papa ku terhadap mama ku aku tetap sayang kepada ayah. Karena ayah yang membuatku ada di dunia ini. Ingin rasanya saat itu ayah datang, memelukku dan mendengar semua keluh kesahku yang aku rasakan selama 13 tahun lamanya aku tak pernah bertemu sosok wajahnya secara langsung. Ingin aku dia tau bahwa aku sangat merindukannya, sangat menantikannya. Usia ku semakin bertambah ayah, semakin lama aku semakin ingin tahu dan mencari keberadaanmu. Sampai-sampai aku minta pada ibu ku agar pergi mencari ayah, aku nggak menyuruh mereka untuk rujuk tapi aku hanya ingin bertemu ayahku. Aku berhak bertemu ayah yang selama ini sangat aku rindukan, aku tak bisa tenang memikirkannya, itu yang membuatku merasa kehilangan karena tanpanya selama ini.
Tapi ketika aku menangis tiada teman yang menemaniku. Mereka selalu sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Kadang mereka juga tidak diperbolehkan keluar rumah oleh orangtua mereka. Adakah teman yang selalu ada ? Yang bebas seperti aku tanpa larangan orangtua yang berlebihan ? Apa mereka tak merasa terbebani berada di rumah terus ? Yah mungkin di balik itu semua aku juga berpikir jika ada ayah mungkin aku bisa merasakan peraturan-peraturan yang keras dari ayah, makian dari seorang ayah dan juga kasih sayang dari seorang ayah. Mengertilah teman aku sangat butuh kalian, karena bagiku teman adalah kebutuhan jiwa. Jika tak ada kalian semua mungkin aku bisa kehilangan akal.
Saat kalian tak ada juga memang aku punya seorang lelaki ato pun seorang kekasih yang menemani aku dalam sepi aku tapi taukah kalian rasa kehilanganku selama ini tak ada dari keduanya baik teman ataupun kekasih
Mereka menghilang dari ku, aku benar-benar frustasi merasakan itu. Apa aku tak pantas lagi berada di kehidupan kalian ? Apa seharusnya aku harus pergi jauh dari kota kecil ini yang terlalu menyiksa batinku ? Lambat laun aku lelah dengan hidupku, seakan nafasku telah terhenti. Kalian tau juga ? mama yang biasanya aku andalkan kini jadi sama seperti kalian, yang selalu sibuk dengan urusan kerjanya. Dan juga mama jauh dari kota ku.
Yah mungkin aku harus bersabar lagi selama bertahun-tahun ini. Aku yakin Allah memberiku kesedihan karena Dia sayang kepadaku dan tahu bahwa kebahagiaan dunia lah yang kan dicari oleh-Nya tapi kebahagiaan akhirat lah yang dicari
thanks --
Minggu, 15 Mei 2011
Kamis, 28 April 2011
Cerpen ; Cinta itu Butuh Pengorbanan
Posted by
Call Name
at
01.33
Pada suatu hari ada seorang cowok yang sedang merenung diri, dia terdiam dan menatap tajam ke arah kertas dan menggambarkan seorang cewek. Panggil saja dia Alen, dia menggambar seorang cewek yang dia sukai sejak 3 tahun dulu yaitu Andin. Andin adalah salah seorang cewek yang cantik, tajir dan modis. Sedangkan Alen hanyalah seorang cowok cupu dengan kacamata besar. Nggak mungkin juga bagi Bagas sahabat Alen sendiri bahwa dia dapat diterima oleh Andin. Bagas telah bilang kepada Alen, susah dapetin Andin itu. Mendingan Alen musti ngalah aja daripada harus ditolak mentah-mentah dan dapat cibiran dari Andin dan teman-temannya.
Beberapa hari yang lalu Alen telah menyatakan cinta kepada Andin namun Andin menolak dia. Dan ketika hari ini Andin dan teman-temannya ramai di tempat kantin tongkrongan mereka, Alen masih tetap saja menghampiri Andin. Tetapi lagi-lagi Alen mendapat cibiran dari Andin dan teman-temannya.
"Eh si cupu, mau apa lagi lu kesini ? Ganggu suasana aja" kata Andin sambil membentak dan Alen pun terkejut melihat Andin seperti itu ke dia. Dengan berbicara tanpa canggung lagi Alen menjawab
"Aku emang cupu din, tapi asal kamu tau aku sayang kamu, aku cinta kamu"
Lessi teman Andin sendiri memotong pembicaraan Alen "Pergi Pergi Pergi !! Ngaca dong, muka mines, hidung ingusan gitu sok-sok nembak cewek lu. Dasar cupu !"
"Mungkin kalian semua bisa berkata begitu, tapi aku bisa buktikan semua. Aku akan kembali" jawab Alen
"Ya ya ya terserah. BYE" jawab Dhea teman Andin juga
Ke esokan harinya....
Saat Andin dan temannya selesai pelajaran, tiba-tiba dari arah belakang Alen menghampiri mereka semua. Mereka semua tak mempedulikan dia secara bagi mereka dia orang cupu. Alen pun berkata
"Maaf din aku ganggu waktumu lagi. Boleh aku ngomong ?"
"Mau ngomong apalagi ? Udah gue bilang kan, jangan ngarep deh lu bisa dapetin Andin. Nggak level" jawab Dhea sedangkan Andin hari tu hanya terdiam saja tak berkata apa-apa.
"Din, lihat aku aku ini sayang sama kamu. Aku tak ada hentinya buat ngejar kamu" jawab Alen tanpa mempedulikan Dhea.
"Kalau lu suka Sama Andin beneran, kasih dia bunga kesukaannya" Lessi menjawab
"Emang apa bunga kesukaannya Andin ?" tanya Alen
"Edelweiss" jawab Lessi
Saat itu di dalam hati Alen sangat senang mendengarnya karena dia mendapatkan kesempatan untuk memiliki Andin dan dengan semangat dia menjawab kembali "Bener din, kamu suka edelweiss ?"
Andin hanya senyum-senyum saja ketika Alen bertanya seperti itu.
Pada malam hari, Alen menceritakan semuanya kepada Bagas dan Alen juga minta tolong kepada Bagas karena Bagas lah yang berpengalaman sejak SMA mengikuti kegiatan pala yang ada di sekolahnya.
Awalnya Bagas menolak namun karena kasihan melihat Alen sangat membutuhkan bantuannya apalagi Alen adalah sahabatnya, akhirnya Bagas mau menolong Alen untuk mengambilkan bunga edelweiss yang berada di puncak gunung. Dan mereka pun memutuskan untuk berangkat pada ke esokan harinya.
Ke esokan harinya...
Semua warga kampus telah mendengar itu semua dan hal itu menjadi bahan pembicaraan para mahasiswa di kampus ternama tersebut. Hingga akhirnya terdengar oleh teman-teman Andin.
"Eh guys, udah denger berita belum kalo si cupu sama sahabatnya siapa sih ? Ehm si Bagas anak pala kalo nggak salah, pergi cari bunga edelweiss ke puncak. Gila !!" kata Lessi dengan hebohnya
Tiba-tiba Andin menyahut "Masa sih ? Gila, gak bakalan bisa deh tu anak. Secara dia kan nggak nggak pernah daki gunung"
"Halah palingan juga gak berhasil, udahlah gak usah ngomongin itu anak. Yang ada kita jadi ketularan cupu ntar" Lessi
"Hahaaahaa bener juga lu" sahut Dhea
5 hari kemudian..
"Ah udah 5 hari, mereka kok nggak ada kabar ya ?" kata Andin seperti cemas
"Siapa sih ?" sahut Dhea
"Si Alen. Kalian sih aneh-aneh aja, kasian juga kan kalo kaya gini" sewot Andin
"Tuh panjang umur tuh, sobat Alen dateng. Tapi mana si Cupu kok cuman edelweissnya aja ?" Lessi yang sedang melihat kedatangan Bagas yang menghampiri mereka
"Nggak punya nyali kali buat ngasihin sendiri makannya dia nyuruh sobatnya" sahut Dhea
Tanpa menghiraukan teman-teman Andin, Bagas langsung menghampiri Andin dan berkata
"Ini Din, bunga edelweiss dari Alen. Seharusnya lu sadar diri ya. Ada orang yang sayang sama lu, mau rela ngelakuin apa aja buat lu bahagia. Dia cinta din sama lu,. Seharusnya lu minta maaf ke Alen atas semua yang lu dan temen lu lakuin ke dia selama ini. Jangan mentang lu cantik, lu seenaknya sendiri. Lihat Lessi dan Dhea selama ini mereka cuman morotin uang lu dan dibalik lu mereka jelek-jelekin lu" kata Bagas
Lessi dan Dhea yang mendengar perkataan Bagas langsung malu dan segera meninggalkan tempat itu.
"Aku minta maaf gas. Aku nggak tau kalau Alen bakal ngelakuin ini semua" sahut Andin
"Terlambat din, terlambat lu" jawab Bagas dengan berat hati
"Kenapa ? Ada apa dengan Alen, Alen, Alen kenapa gas ? Jawab gas" tanya Andin sampai menangis
"Alen kecelakaan din, Alen pergi untuk selamanya waktu dia seneng ngambilin bunga edelweiss ini untuk orang yang dia cintai yaitu kamu. Hanya bunga edelweiss ini yang tersisa untuk lu" jawab Bagas
Pada saat itu Andin sadar tak ada orang yang menyayanginya lagi, mencintainya lagi. Dia sadar bahwa cinta abadi hanya kan datang 1 kali dalam hidup, tak akan ada kesempatan yang lain lagi untuk menemukan cinta pertama dan untuk yang abadi selamanya. Dan tidak semudah itu melakukan pengorbanan hanya demi orang yang dia cintai.
---THE END---
Beberapa hari yang lalu Alen telah menyatakan cinta kepada Andin namun Andin menolak dia. Dan ketika hari ini Andin dan teman-temannya ramai di tempat kantin tongkrongan mereka, Alen masih tetap saja menghampiri Andin. Tetapi lagi-lagi Alen mendapat cibiran dari Andin dan teman-temannya.
"Eh si cupu, mau apa lagi lu kesini ? Ganggu suasana aja" kata Andin sambil membentak dan Alen pun terkejut melihat Andin seperti itu ke dia. Dengan berbicara tanpa canggung lagi Alen menjawab
"Aku emang cupu din, tapi asal kamu tau aku sayang kamu, aku cinta kamu"
Lessi teman Andin sendiri memotong pembicaraan Alen "Pergi Pergi Pergi !! Ngaca dong, muka mines, hidung ingusan gitu sok-sok nembak cewek lu. Dasar cupu !"
"Mungkin kalian semua bisa berkata begitu, tapi aku bisa buktikan semua. Aku akan kembali" jawab Alen
"Ya ya ya terserah. BYE" jawab Dhea teman Andin juga
Ke esokan harinya....
Saat Andin dan temannya selesai pelajaran, tiba-tiba dari arah belakang Alen menghampiri mereka semua. Mereka semua tak mempedulikan dia secara bagi mereka dia orang cupu. Alen pun berkata
"Maaf din aku ganggu waktumu lagi. Boleh aku ngomong ?"
"Mau ngomong apalagi ? Udah gue bilang kan, jangan ngarep deh lu bisa dapetin Andin. Nggak level" jawab Dhea sedangkan Andin hari tu hanya terdiam saja tak berkata apa-apa.
"Din, lihat aku aku ini sayang sama kamu. Aku tak ada hentinya buat ngejar kamu" jawab Alen tanpa mempedulikan Dhea.
"Kalau lu suka Sama Andin beneran, kasih dia bunga kesukaannya" Lessi menjawab
"Emang apa bunga kesukaannya Andin ?" tanya Alen
"Edelweiss" jawab Lessi
Saat itu di dalam hati Alen sangat senang mendengarnya karena dia mendapatkan kesempatan untuk memiliki Andin dan dengan semangat dia menjawab kembali "Bener din, kamu suka edelweiss ?"
Andin hanya senyum-senyum saja ketika Alen bertanya seperti itu.
Pada malam hari, Alen menceritakan semuanya kepada Bagas dan Alen juga minta tolong kepada Bagas karena Bagas lah yang berpengalaman sejak SMA mengikuti kegiatan pala yang ada di sekolahnya.
Awalnya Bagas menolak namun karena kasihan melihat Alen sangat membutuhkan bantuannya apalagi Alen adalah sahabatnya, akhirnya Bagas mau menolong Alen untuk mengambilkan bunga edelweiss yang berada di puncak gunung. Dan mereka pun memutuskan untuk berangkat pada ke esokan harinya.
Ke esokan harinya...
Semua warga kampus telah mendengar itu semua dan hal itu menjadi bahan pembicaraan para mahasiswa di kampus ternama tersebut. Hingga akhirnya terdengar oleh teman-teman Andin.
"Eh guys, udah denger berita belum kalo si cupu sama sahabatnya siapa sih ? Ehm si Bagas anak pala kalo nggak salah, pergi cari bunga edelweiss ke puncak. Gila !!" kata Lessi dengan hebohnya
Tiba-tiba Andin menyahut "Masa sih ? Gila, gak bakalan bisa deh tu anak. Secara dia kan nggak nggak pernah daki gunung"
"Halah palingan juga gak berhasil, udahlah gak usah ngomongin itu anak. Yang ada kita jadi ketularan cupu ntar" Lessi
"Hahaaahaa bener juga lu" sahut Dhea
5 hari kemudian..
"Ah udah 5 hari, mereka kok nggak ada kabar ya ?" kata Andin seperti cemas
"Siapa sih ?" sahut Dhea
"Si Alen. Kalian sih aneh-aneh aja, kasian juga kan kalo kaya gini" sewot Andin
"Tuh panjang umur tuh, sobat Alen dateng. Tapi mana si Cupu kok cuman edelweissnya aja ?" Lessi yang sedang melihat kedatangan Bagas yang menghampiri mereka
"Nggak punya nyali kali buat ngasihin sendiri makannya dia nyuruh sobatnya" sahut Dhea
Tanpa menghiraukan teman-teman Andin, Bagas langsung menghampiri Andin dan berkata
"Ini Din, bunga edelweiss dari Alen. Seharusnya lu sadar diri ya. Ada orang yang sayang sama lu, mau rela ngelakuin apa aja buat lu bahagia. Dia cinta din sama lu,. Seharusnya lu minta maaf ke Alen atas semua yang lu dan temen lu lakuin ke dia selama ini. Jangan mentang lu cantik, lu seenaknya sendiri. Lihat Lessi dan Dhea selama ini mereka cuman morotin uang lu dan dibalik lu mereka jelek-jelekin lu" kata Bagas
Lessi dan Dhea yang mendengar perkataan Bagas langsung malu dan segera meninggalkan tempat itu.
"Aku minta maaf gas. Aku nggak tau kalau Alen bakal ngelakuin ini semua" sahut Andin
"Terlambat din, terlambat lu" jawab Bagas dengan berat hati
"Kenapa ? Ada apa dengan Alen, Alen, Alen kenapa gas ? Jawab gas" tanya Andin sampai menangis
"Alen kecelakaan din, Alen pergi untuk selamanya waktu dia seneng ngambilin bunga edelweiss ini untuk orang yang dia cintai yaitu kamu. Hanya bunga edelweiss ini yang tersisa untuk lu" jawab Bagas
Pada saat itu Andin sadar tak ada orang yang menyayanginya lagi, mencintainya lagi. Dia sadar bahwa cinta abadi hanya kan datang 1 kali dalam hidup, tak akan ada kesempatan yang lain lagi untuk menemukan cinta pertama dan untuk yang abadi selamanya. Dan tidak semudah itu melakukan pengorbanan hanya demi orang yang dia cintai.
---THE END---
Rabu, 27 April 2011
Perbedaan
Posted by
Call Name
at
00.27
Perbedaan, merasakah kamu diantara kita ada perbedaan yang sangat jauh sekali ? Kamu kaya dan aku hanya hidup serba kekurangan. Kita berbeda, apakah kita pantas bersama ? Latar keluarga kita berbeda, kehidupan kita juga berbeda, kita di lingkungan yang berbeda. kita sekolah di tempat yang berbeda, dan kita juga mempunyai perbedaan sikap. Jujur aku bingung dan sangat bingung melewati ini semua, kadang aku terpaku dan terdiam merasakan perbedaan ini. Aku dan kamu pastilah tau kalau kita berbeda tapi tolong berhenti untuk memperlihatkan secara detail perbedaan kita ini. Aku merasa merendahkan diriku sendiri. Kadang aku mebedakan aku sendiri dengan orang lain. Aku tau aku miskin, aku tau aku tidak pintar, aku tau aku norak, dan aku tau aku jelek. Tapi orang sepertiku ini apakah tidak pantas mendapatkan kebahagiaan ? Apa mentang kamu lelaki, apa setiap lelaki itu harus menang terus dalam perdebatan ? Sampai aku bingung, lemah dan rentan dengan hal ini. Sebenarnya siapa yang salah, aku atau kamu ? Aku sudah menjelaskan banyak hal tapi kamu berpikir bahwa aku tak menerima mu apa adanya, jikalau aku tak menerima mu apa adanya kenapa aku setiap kali bersabar terus kepadamu, kenapa aku nggak marah ke kamu ? Justru kamu yang tak menerima ku apa adanya, aku memang begini, aku memang tukang ngomong tapi aku ngomong itu semua buat kebaikan mu juga, aku ingin kamu tetap seperti dulu. Lihatlah aku, uruslah kepentinganmu untuk dunia akhirat nanti daripada hanya mengurusi kepentingan dunia fana ini
Selasa, 26 April 2011
Wanita
Posted by
Call Name
at
08.47
Kenapa Tuhan kau buat wanita itu tampak lemah di hadapan seorang lelaki ?
Kenapa juga Tuhan kadang wanita itu terhina di hadapan orang lain ?
Kenapa Tuhan kau ciptakan wanita untuk melengkapi hidup seorang lelaki ?
Kenapa juga Tuhan wanita itu sebagai surga telapak kaki ibu ? Kenapa bukan lelaki ?
Aku sungguh tak mengerti dengan kehendak-Mu
Padahal wanita itu kerap menangis, kerap lemah
Dan wanita kdang tidak di dengarkan oleh lelaki ketika berbicara
Kenapa kebanyakan wanita selalu mengalah ke laki-laki ?
Kenapa kadang lelaki itu egois dan ambil hak sendiri ?
Padahal wanita juga mempunyai hak, kasian wanita yang lemah Tuhan,
Yang merasakan sakit begitu dalam dan lelaki pun juga menghiraukannya
Kenapa juga Tuhan kadang wanita itu terhina di hadapan orang lain ?
Kenapa Tuhan kau ciptakan wanita untuk melengkapi hidup seorang lelaki ?
Kenapa juga Tuhan wanita itu sebagai surga telapak kaki ibu ? Kenapa bukan lelaki ?
Aku sungguh tak mengerti dengan kehendak-Mu
Padahal wanita itu kerap menangis, kerap lemah
Dan wanita kdang tidak di dengarkan oleh lelaki ketika berbicara
Kenapa kebanyakan wanita selalu mengalah ke laki-laki ?
Kenapa kadang lelaki itu egois dan ambil hak sendiri ?
Padahal wanita juga mempunyai hak, kasian wanita yang lemah Tuhan,
Yang merasakan sakit begitu dalam dan lelaki pun juga menghiraukannya
Siksaku
Posted by
Call Name
at
08.33
Batinku, hatiku, pikiranku mulai tersiksa Ya Allah. Sampai kapan aku harus memendam perasaan ini, menahan rasa sakit ini ? Aku memendam karena aku sayang Ya Allah, aku tak ingin orang lain terluka. Mungkin bagiku mereka berubah tetapi aku yakin pasti diri aku yang berubah. Ya Allah adakah orang disana yang peduli kepadaku ? Aku sudah mulai tidak cocok dengan kehidupan seperti ini, aku ingin berada di tempat lain, dimana tempat itu tiada satu pun orang yang aku kenal dan mengenalku. Aku ingin lari dari kenyataan itu semua, aku tak sanggup, aku telah rapuh dan aku telah buta dengan kebahagiaan yang dulu selalu aku rasakan.
Ya Allah kuatkan lah hati hamba-Mu
Hamba sangatlah lemah sekali saat ini
Maafkanlah Hamba yang berputus asa
Hamba hanya bisa meneteskan air mata duka dan gelisah
Hamba ingin dipedulikan lagi
Hamba benar-benar telah takluk dengan yang telah Engkau takdirkan
Mudahkanlah Hamba untuk tetap melangkah mngejar imipian Hamba
Amin
Ya Allah kuatkan lah hati hamba-Mu
Hamba sangatlah lemah sekali saat ini
Maafkanlah Hamba yang berputus asa
Hamba hanya bisa meneteskan air mata duka dan gelisah
Hamba ingin dipedulikan lagi
Hamba benar-benar telah takluk dengan yang telah Engkau takdirkan
Mudahkanlah Hamba untuk tetap melangkah mngejar imipian Hamba
Amin
Ada Tidaknya Waktu
Posted by
Call Name
at
08.20
Yah hanya dengan situs ini aku mengungkapkan perasaanku yang sekarang ini dalam keadaan yang tidak membaik. Aku telah berusaha bersabar dan tabah Tuhan untuk menantikan kehadirannya, tetapi mengapa Tuhan dia tidak pernah merasa bahwa disini aku sendiri, disini aku menginginkannya ? Kenapa juga Ya Allah dia tak memikirkan aku yang kira-kira sedang apa ? Sama siapa ? Dan bagaimana keadaannya ?
Kapan Ya Allah aku bisa merasakan bahwa dia sedang mencariku, menginginkanku. Kurasa itu jarang aku rasakan. Dia bilang kalau dirinya ini memang cuek tapi hatinya tidak, tapi ngerasa gak sih dia kalau dia cueknya terlalu over, benar-benar gak sewajarnya. Dia pergi main, kadang kalau aku nyuruh dia cepat pulang dia malah ngambek gak jelas ke aku. Kadang dia juga sibuk dengan yang dia lakukan, lihat Ya Allah waktu telah menunjukkan bahwa ini sangatlah larut malam, tapi jam segini juga dia tetep nggak ngerti layaknya dia menganggap kalau ini masih sore. Mungkin bagi temen-temennya, temen yang keren itu kalau di ajak ngerokok, nongkrong, dan pulang malem itu keren. Hmm keren dari mana, bodoh banget malahan bagiku, gak penting banget, cuma ngehabisin duit, waktu dan bikin sakit. Keren itu seharusnya tau waktu bisa ngatur schedule nya apa an, tapi ini apa di SMS nggak bales, ya semestinya biar bisa pulang malem terus tinggal minta maaf ke ceweknya. Cowok pun pasti tau kalau cewek mau maafin, muna banget ya. Aku suruh nungguin, aku udah sabar, aku udah mau, aku suruh marah pun nggak bisa karena pasti ujung-ujunganya jaminan hubungan yang akan melayang. Dan aku sudah terlalu sayang Tuhan dengan dia, sebesar apa pun kesalahan dia aku pasti maafin dia, karena jujur dia yang berarti dan terindah. Aku sebenanya ingin sekali dia tau mengenai arti maaf, maaf itu seharusnya nggak mengulang kesalahan itu lagi. Aku juga ingin kamu tau arti dari sebuah janji, janji itu harus kamu niati, harus kamu tepati. Apalagi ketika kamu telah mengucap sumpah atas nama-Nya. Muna kamu, kalau aja udah sama temen pasti udah lupa denganku. Mau aku berkata apa, nggak di dengerin. Aku tau aku ini jelek diantara yang lain, aku tau aku nggak berduit, aku tau aku nggak pintar dan polos tapi aku juga punya perasaan dan hati. Aku mau nurutin apa kata dan mau mu, aku selalu mengalah karena aku tkut kamu marah atau pergi meninggalkanku. Sampai kapan kamu egois kepadaku ? Aku sekarang ini hanya bisa menangis dan tetap menulis apa yang ingin aku curahkan. Tapi satu hal, aku yakin kamu dapat kembali seperti dulu, sedia dulu kala yang bagiku lebih baik dari pada hari ini. ImissU :)
Kapan Ya Allah aku bisa merasakan bahwa dia sedang mencariku, menginginkanku. Kurasa itu jarang aku rasakan. Dia bilang kalau dirinya ini memang cuek tapi hatinya tidak, tapi ngerasa gak sih dia kalau dia cueknya terlalu over, benar-benar gak sewajarnya. Dia pergi main, kadang kalau aku nyuruh dia cepat pulang dia malah ngambek gak jelas ke aku. Kadang dia juga sibuk dengan yang dia lakukan, lihat Ya Allah waktu telah menunjukkan bahwa ini sangatlah larut malam, tapi jam segini juga dia tetep nggak ngerti layaknya dia menganggap kalau ini masih sore. Mungkin bagi temen-temennya, temen yang keren itu kalau di ajak ngerokok, nongkrong, dan pulang malem itu keren. Hmm keren dari mana, bodoh banget malahan bagiku, gak penting banget, cuma ngehabisin duit, waktu dan bikin sakit. Keren itu seharusnya tau waktu bisa ngatur schedule nya apa an, tapi ini apa di SMS nggak bales, ya semestinya biar bisa pulang malem terus tinggal minta maaf ke ceweknya. Cowok pun pasti tau kalau cewek mau maafin, muna banget ya. Aku suruh nungguin, aku udah sabar, aku udah mau, aku suruh marah pun nggak bisa karena pasti ujung-ujunganya jaminan hubungan yang akan melayang. Dan aku sudah terlalu sayang Tuhan dengan dia, sebesar apa pun kesalahan dia aku pasti maafin dia, karena jujur dia yang berarti dan terindah. Aku sebenanya ingin sekali dia tau mengenai arti maaf, maaf itu seharusnya nggak mengulang kesalahan itu lagi. Aku juga ingin kamu tau arti dari sebuah janji, janji itu harus kamu niati, harus kamu tepati. Apalagi ketika kamu telah mengucap sumpah atas nama-Nya. Muna kamu, kalau aja udah sama temen pasti udah lupa denganku. Mau aku berkata apa, nggak di dengerin. Aku tau aku ini jelek diantara yang lain, aku tau aku nggak berduit, aku tau aku nggak pintar dan polos tapi aku juga punya perasaan dan hati. Aku mau nurutin apa kata dan mau mu, aku selalu mengalah karena aku tkut kamu marah atau pergi meninggalkanku. Sampai kapan kamu egois kepadaku ? Aku sekarang ini hanya bisa menangis dan tetap menulis apa yang ingin aku curahkan. Tapi satu hal, aku yakin kamu dapat kembali seperti dulu, sedia dulu kala yang bagiku lebih baik dari pada hari ini. ImissU :)
SMS Mennyatakan Cinta, by Call Name
Posted by
Call Name
at
03.10
Mungkin aku memang bodoh
Mungkin aku memang lemah di matamu
Dari luar mungkin aku tak lebih baik dari orang-orang terindah di antaramu
Dari luar pun mungkin aku hanya seperempat atau bahkan sedikitpun tidak ada yang sama dari orang-orang yang tampan di sekelilingmu
Dari kata yang ku ucap pun mungkin tak pernah terukir sediki cinta pun yang kamu rasakan kepadaku
Tapi apa dari mataku ini tampak ku berbohong bahwa aku sekarang ini berkata mencintaimu
Tidak bisa aku pungkiri lagi rasa inituk mengatakan hal yang bagiku terindah dan jarang aku katakan kepada wanita lain selain kamu yaitu wanita yang tepat pilihan hatiku
Mungkin bagimu aku ini gombal atau hanya dari ucapan awal saja bahwa aku mencintaimu
Aku hanya ingin kamu percaya dan mengerti isi hatiku bahwa selama ini aku berharap mendapatkan hatimu, selama ini aku mengejarmu untuk dapat mendapat kasih sayang dan cintamu
Dan terucap dari bibirmu sendiri bahwa kamu mau menjadi kekasihku
Balaslah arti penantianku ini, katakanlah apa yang kamu ingin katakan dan jangan biarkan aku menunggu
Langganan:
Postingan (Atom)