Selasa, 26 April 2011

Sang Pemimpin dalam Keluarga

Sang pemimpin dalam keluarga, yah itu adalah sebutan dari seorang Ayah. Yang memimpin keluarga di dalam keharmonisan, kerukunan, serta kebersamaan keluarga. Hanya dia yang menguras tenaganya dengan besar untuk keluarga beserta anaknya, hanya dia yang rela membanting tulang agar keluarganya tak hidup di jalanan, tak hidup serba kekurangan, agar anaknya dapat merawatnya sewaktu-waktu dia jatuh sakit dan tak dapat menggendong tubuh anaknya lagi hingga dia telah menutup mata. Ayah sangatlah berarti dalam hidup ini, pikirkan siapa yang membuat kalian ada di dunia ini jika tak ada ayahmu, siapa juga yang memimpin imam shalat ketika kamu semua beribadah, siapa juga yang mau memberimu selimut ketika kamu tertidur pulas di sofa. Tentu ayah bukan ? Beribu-beribu anak yang tidak mempunyai ayah, karena ayah meninggal, karena ayah meninggalkan keluargamu, karena ayah dan ibu tidak bersatu kembali, karena ayah telah merantau dan tak kembali lagi ke rumah kamu. Yah itu yang sama aku rasakan mengenai ayahku.
Ayah kemanakah kepergianmu selama 10tahun ini ? Apa kamu tak ingin mencari keberadaanku ayah ? Apa kamu telah lupa dengan anakmu ini ? Apa kamu telah lupa juga dengan rumah yang sudah reyot, kuno yang dulunya kita bersama ? Aku ingin bertemu denganmu ayah, aku tak bisa tenang bila hidup ini tanpa melihat dirimu selama ini, ingat ayah kamu berada disaat usiaku masih 3tahun, apa ayah tidak berfikir bahwa aku dalam umur itu aku tak bisa mengingat apa-apa dan bahkan kejadian apa pun aku tak mengingatnya, yang aku tahu ketika nenek bercerita ayah, bercerita bahwa saat itu ayah dan ibu bertengkar dan waltu itu menuliskan surat bahwa "sebaiknya kita menjalani hidup masing-masing saja" dan setelah itu nenek bercerita bahwa ayah meninggalkan sebuah baju, yang dulunya ketika ayah dan ibu bersatu, ibuku suka melihat ayahku memakai baju itu. Dan sebagai kenangan yang terakhir, ayah membeli baju yang sama persis dengan baju yang di sukai ibuku yang di rapikan dengan rapi dan di baju tersebut di selipkan bahwa baju itu unutukku. Setelah kejadian itu ayahku tidak memberiku kabar apa-apa. Ya Tuhan betapa sedih dan sakitnya aku mendengar cerita itu. Ayah, jika ayah membaca ini semua kembalilah, kembalilah ke rumah ini, aku sangat menantimu. Setiap kali berdoa kepada Allah agar aku segera di pertemukan denganmu, aku ingin ayah merasakan kasih sayang darimu seperti anak-anak lain. Aku ingin memelukmu dan menciummu ayah. I miss you :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar